Selasa, 18 April 2017

Tentang Rasa ( Kesan dan Kelulusan )



Mengakhiri perkuliahan matrikulasi IIP setiap peserta diminta membuat aliran rasa. Ya, bukan hanya air, rasa pun perlu dialirkan. Supaya tidak nyesek, dan menyumbat pori-pori jadi jerawat.. *eh itu rasa apa sebum?

Tapi ternyata tidak mudah, memilih kalimat yang tepat untuk mewakili perasaan setelah 9 minggu lebih melewati hari-hari bersama di kelas matriks. Dari tidak kenal menjadi kenal, curhat-curhatan, baik sesama peserta maupun dengan fasilitator yang telah dengan sabar mendampingi selama ini. Kalau mau dialirkan semua rasa yang ada, kayaknya bisa jadi cerita bersambung deh.. :D

Bagi saya pribadi, MIIP ini semacam kawah untuk menuntut ilmu. Memposisikan diri sebagai  spon atau gelas kosong, agar bisa menyerap dan menampung ilmu sebanyak-banyaknya. Terkadang godaannya muncul rasa minder, merasa saya mah apatuh..  Belum lagi jika kedatangan bintang tamu, yang rata-rata masih muda, tapi dengan prestasi yang luar biasa.. hikss, makin merasa siapalah daku ini. Tetapi di sisi lain, di MIIP ini saya bisa menemukan siapa sesungguhnya diri saya, dan bisa lebih memahami peran saya di kehidupan yang dianugrahkan Allah kepada saya. 

Banyak nilai-nilai hidup positif yang ajarkan di program ini.  NHW-NHW nya yang membuat deg-degan dan penasaran. Pernah ada rasa ingin menyerah, tapi.. masa iya kalah? Harus berubah dong ! Karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH..!



Selanjutnya adalah.. pengumuman kelulusan! Tapi sejujurnya, bagi saya lebih deg-degan menunggu NHW keluar dibandingkan menunggu pengumuman kelulusan. Sudah yakin lulus ? hihihi.. iya doms.. karena, kelulusan kelas matrikulasi ini dtentukan oleh pengerjaan NHW sebesar 80% atau mengerjakan 7 dari 9 NHW, dan saya, 100 % mengerjakan pastinya! Cumaaa...  bobot atau kualitas pengerjaan NHW nya, peserta sendiri yang bisa menilai. Memang NHW  tidak ada ukuran benar atau salahnya. Tapi bisa kita rasakan sendiri apakah sudah mengerjakan dengan sungguh-sungguh atau sekedar menggugurkan kewajiban untuk  memenuhi prosentase syarat lulus dari pengerjaan NHW. Atau sudah bersungguh-sungguh tetapi memang belum paham apa yang diharapkan dari NHW tersebut. Jangan berkecil hati, lakukan saja Allah yang akan memahamkan *hiburdirisendiri


Tuh kan, beneran lulus..! Alhamdulillah...

Dua tahapan belajar di Institut Ibu Profesional telah saya lewati. Yaitu kelas Foundation dan kelas Matrikulasi.  Sekarang bersiap menuju kelas Bunda Sayang. Jalan masih panjang, masih banyak tahapan dan tantangan di depan. In syaa Allah semakin memantabkan langkah menuju cita-cita menjadi Ibu Profesional.

Senin, 03 April 2017

Percaya Diri Melepas Si Kecil Bereksplorasi

Sejujurnya saya  mengakui, bahwa sebelum ini saya lebih  sering mengatakan ‘jangan’ kepada  anak-anak. Sampai suatu hari, saya berniat  merombak mindset saya, dan mencoba memberi ruang lebih untuk anak-anak bereksplorasi.  Faisya (5 tahun)  keheranan ketika saya mengijinkan dia bermain hujan di halaman rumah.

“Bener boleh, Mi ?” tanya Faisya. “Enggak sakit?”
“Iya boleh,” saya mengangguk. Padahal dalam hati agak deg-degan, “Insya Allah enggak, selesai main langsung mandi yaa..” kata saya
Sorenya, setelah kakaknya pulang sekolah, dia tidak sabar menceritakan pengalaman pertamanya bermain hujan. Si kakak Icha menjawab kalem.
“Hujan itu shower yang paling besar”

Belakangan saya tahu, ternyata itu menirukan iklan Dancow yang terbaru. Wah, Umi nya kudet! Maklum jarang nonton televisi.
Dan, ketika iklan acara peluncuran Dancow Advanced Excelnutri+ mulai tayang di televisi, mereka sudah menandai tanggal berapa acara digelar di Surabaya. Hari Sabtu  1 April 2017 saya, suami dan anak-anak menuju Royal Plaza Surabaya tempat diselenggarakannya acara.


Seperti yang saya duga, animo masyarakat untuk acara ini sangat tinggi. Terbukti dengan banyaknya pengunjung  di atrium Royal Plaza Surabaya. Padatnya antrian tidak menyurutkan niat Bunda dan Ayah yang ingin menyaksikan dari dekat peluncuran Dancow Advanced Excelnutri+.  Karena disana tidak hanya peluncuran produk, tetapi juga ada talkshow dan disediakan empat area bermain yang semuanya  bertujuan untuk mengasah eksplorasi si Kecil. Mulai dari kemampuan kognitif meliputi berbahasa, atensi / memperhatikan, memori / mengingat, menyelesaikan masalah dan melatih psikomotorik si Kecil.

keramaian acara Peluncuran Dancow Advanced Excelnutri+ di atrium Royal Plaza Surabaya

Faisya sudah tidak sabar ingin bermain, sementara saya masih ingin mengikuti talk show. Akhirnya terpaksa berbagi tugas dengan suami. Sementara saya menyimak talk show, suami menemani anak-anak bermain. Thank you, hubb !

Acara talkshow dibuka oleh moderator cantik bunda Shahnaz Haque. Menghadirkan 3 (tiga ) narasumber yaitu  Senior Brand Manager DANCOW Advanced Excelnutri+ ayah Riza Nopalas, dokter spesialis tumbuh kembang anak DR.dr. Roedi Irawan, M.Kes, SpA(K) dan psikolog bunda Ratih Ibrahim.

Disampaikan oleh Ayah Riza Nopalas, Nestle DANCOW sebagai mitra terpercaya orang tua dalam memastikan tumbuh kembang si Kecil, meluncurkan inovasi terbarunya yaitu Nestle DANCOW Advanced Excelnutri+ yang memiliki kandungan Lactobacillus Rhamnosus tiga kali lipat lebih tinggi dari sebelumnya. Nestle DANCOW berharap inovasi terbaru ini dapat membantu si Kecil mencapai tumbuh kembang optimal dari sisi nutrisi. Selain dua elemen lainnya  yang juga harus diberikan oleh  Bunda dan Ayah yaitu stimulasi dan cinta dari Bunda dan Ayah.
Narasumber ikut bermain bersama anak-anak
Sementara itu, DR.dr.Roedi Irawan, M.Kes, SpA(K) juga menambahkan bahwa Lactobacillus Rhamnosus adalah  bakteri baik yang dapat membantu menjaga saluran pernafasan dan saluran cerna si Kecil. Sehingga asupan bakteri baik sangatlah penting untuk mendukung proses belajar dan pertumbuhan di Kecil. Senada dengan  ayah Riza dan dokter Roedi, bunda Ratih Ibrahim juga menyampaikan adanya tiga elemen penting dalam tumbuh kembang anak, beliau menekankan pentingnya cinta Bunda dan Ayah pada masa eksplorasi untuk melengkapi nutrisi.

"Memperbolehkan si Kecil bereksplorasi merupakan salah satu wujud cinta Bunda dan Ayah. Kepercayaan diri orang tua untuk berkata “IYA BOLEH” dan melepas si Kecil akan dapat mendorong si Kecil untuk berani dan mandiri untuk menemukan hal-hal baru dan mengembangkan dirinya"

Suasana talkshow yang diramaikan oleh anak-anak berlarian diatas panggung tidak membuat para narasumber terganggu. Bunda Ratih Ibrahim  justru ikut bermain bersama anak-anak dan duduk di tangga panggung diikuti narasumber yang lain. Panggung  pun berubah menjadi lesehan sehingga  suasana terasa lebih akrab.


Kurang lebih pukul tiga sore talkshow pun usai. Tidak terlalu lama, tapi materinya ‘daging’ semua. Tinggal dikunyah pelan-pelan dan dipraktekkan pastinya!  Tengok kanan kiri depan belakang, belum terlihat penampakan anak-anak dan Abinya. Wah, pasti keasikan bermain. Akhirnya saya menemukan mereka di Art Center. Haha, rupanya si Abi kecapekan mengikuti duo krucils ini kesana kemari. Saya melanjutkan menemani anak-anak bermain sementara Abi istirahat, ngedeprok di salah satu pojokan area bermain. Sebagian besar area sudah mereka jelajahi  ( yang artinya tiket sudah distempel dan tidak boleh masuk lagi, hehe ) saya hanya kebagian masuk ke Photo Booth. Bagi saya ini area wajib, sudah keliling-keliling kalau belum foto rasanya gimana yaa.. ? Walau antrian cukup panjang, dibelain deh !

Taraa..! ini hasil ngantri panjang di photo booth

Sambil menunggu foto jadi, kami sempat keliling lagi. Saya menanyakan ke Icha dan Faisya, bagaimana kesan-kesan mereka bermain tadi. Jawabannya kompak, seru !

Jadi, inilah area bermain yang sempat mereka jelajah :

Central Park
Ini area pertama yang sempat dijelajah sebelum talkshow dimulai, saya masih sempat menemani mereka bermain. Central Park  di desain seperti  sebuah taman, dengan bunga-bunga dan hujan. Iya hujan! Begitu masuk anak-anak dipakaikan mantel dan dipinjami tablet yang sudah dibungkus pelindung air. Oww, ternyata central park ini dilengkapi dengan teknologi AR atau Augment Reality. Gambar virtual akan muncul jika layar tablet diarahkan ke objek tertentu. Faisya kegirangan ketika seekor kelinci virtual meloncat-loncat saat dia mengarahkan tablet ke foto kelinci. Juga ketika ada kupu-kupu virtual  yang beterbangan ketika tablet diarahkan ke gambar sebuah kepompong. Di tengah taman cuaca berubah hujan, mereka sempat terguyur hujan (buatan). Untung sudah pakai jas hujan.
siap menjelajah Central Park

diajarin dulu sama kakak dari Dancow
ehh ada kupu-kupunyaa...

Smart City
Menampilkan nuansa perkotaan masa depan. Di sekeliling kota disediakan permainan lego yang mengasah keterampilan dan kecerdasan. Mereka bersemangat merancang kreasinya masing-masing.

area smart city

si Kecil bereksplorasi merancang desain untuk smart city

aku buat es krim ajaa.. hehehe


Play Park
Ini wahana yang paling disukai Faisya. Minta bolak-balik masuk. Beruntung kami mendapat satu tiket tambahan di goodie bag, akhirnya keturutan masuk play park lagi. Yang paling disukai adalah menaiki monkey bar dan memerah susu sapi. Keseluruhan di area ini ada trampolin, wall climbing, dan perosotan. Permainan-permainan di play park ini sangat bagus untuk mengasah kemampuan motorik anak.

dua kali masuk Play Park buat naik monkey bar
"susunya boleh diminum ngga?", tanya Faisya

Art Center
Di Art Center ada aktivitas menggambar dan hand painting, hehe, makanya Faisya juga betah. Jarang-jarang dirumah boleh belepotan main cat di tangan kan..? (tapi setelah ini boleh kok, hehehe). Oiya tak hanya menggambar dan hand painting, di sini juga ada story telling. Kak Haris sang story teller, membawakan kisah Dani dan Raisa melawan bakteri jahat. Anak-anak juga bisa menyaksikan ceritanya pada giant book yang muncul di monitor raksasa.

hand painting hasil karya si Kecil

Kak Haris sedang bercerita

Tidak hanya untuk anak-anak, ada juga Consultation Booth untuk Bunda dan Ayah. Didukung para dokter dan nutrisionist berpengalaman mereka siap melayani Bunda dan Ayah yang ingin berkonsultasi.

Consultation Booth

Sayang keseruan di acara Dancow Explore Your World harus segera kami akhiri, sudah hampir jam 5 sore. Waktunya pulang. Meskipun terlihat berat meninggalkan area, duo kecil nan shalihah ini menurut juga.. hehe. Di perjalanan pulang mereka tidak henti-hentinya bercerita petualangan mereka di area-area yang mereka jelajahi.

Acara Dancow Explore Your World ini diadakan selama dua hari, yaitu tanggal 1-2 April 2017. Jadi Bunda dan Ayah yang belum sempat datang di hari pertama masih ada kesempatan untuk datang di hari kedua. 

Untuk Bunda dan Ayah di kota lain, jangan khawatir Dancow Explore Your World juga diadakan di beberapa kota besar lainnya. Yaitu, Jakarta 29-30 April 2017, Semarang 5-6 Agustus 2017, Solo 9-10 September dan Makassar 7-8 Oktober 2017. Sementara untuk Medan sudah diadakan pada tanggal 4-5 Maret 2017 kemarin. 

Untuk Bunda dan Ayah yang masih ingin berkonsultasi dan mendapatkan informasi terbaru seputar tumbuh kembang dan gizi anak, Bunda dan Ayah bisa mengunjungi website Dancow Parenting Club

Kalau anak-anak pulang membawa pengalaman serunya bermain, saya pulang membawa kepercayaan diri yang baru. Saya jadi semakin percaya diri untuk lebih memberikan ruang eksplorasi kepada Icha dan Faisya, tentu saja dengan tetap memperhatikan asupan nutrisi salah satunya dengan memberikan Nestle DANCOW Advanced Excelnutri+ sesuai tahapan usianya. [Novri.Nh]

Sabtu, 01 April 2017

Bunga Cantik Dari Karton Telur


Sudah lama saya ingin mengajak Icha dan Faisya membuat hiasan dinding bunga cantik dari karton telur ini, tapi nyari-nyari karton telurnya ngga dapet-dapet. Sampai suatu hari, di onggokan sampah pinggir jalan saya melihat dua buah karton telur tergeletak begitu saja.. hehe. Beberapa bagian agak basah, tapi untungnya masih bersih dan tidak berbau. Jadi saya bawa pulang dan saya jemur dulu sampai karton-karton itu kering sempurna.

Sambil menunggu karton kering, saya dan Icha menyiapkan alat-alat yang diperlukan yaitu :

1. Gunting
2. Cat air, kuas, palet dan air
3. Lem UHU

Untuk bahan-bahannya :
1. Karton telur
2. Kanvas ukuran 20 x 30 cm
3. Kawat tangkai bunga
4. Daun
5. Selotip tangkai
6. Glitter ( ngga pakai glitter juga ngga apa-apa )

alat dan bahan
Setelah karton kering sempurna dan alat / bahan lengkap yuk kita mulai membuat. Begini caranya :

1.  Pertama-tama, gunting karton telur menjadi bentuk bunga. Karena karton telur lumayan keras, Icha agak kesulitan juga. Saya bantu dengan menggunting karton telur satu per satu setiap cekungan, kemudian Icha yang membentuk kelopaknya. Saya tinggal finishing untuk merapikan bentuk kelopaknya. Buat kurang lebih 8-10 buah. ( saya buat 9 ). Setelah itu buat juga bulatan-bulatan kecil, dari sisa karton telur, dengan diameter kira-kira 1 cm. Jumlah bulatan menyesuaikam jumlah bunga yang kita buat.


2. Kemudian warnai kelopak kelopak bunga tersebut dengan menggunakan cat air. Bagian ini yang paling disukai anak-anak. Faisya pun semangat ikut mengoleskan kuas. Kita bisa mulai dari satu sisi dulu, misalnya bagian bawah, lakukan untuk semua kelopak. Biarkan kering dan lanjutkan dengan bagian atasnya. Taburi glitter secukupnya di bagian dalam kelopak. Jemur atau angin-anginkan sampai kelopak-kelopak tersebut kering. Warnai juga bulatan bulatan yang telah kita buat tadi, dengan warna yang sama dengan kelopak.


3. Sambil menunggu kelopak kering, kita warnai kanvas dulu yaa.. lagi-lagi anak-anak berebutan mewarnai dan memilh warna.Akhirnya kami memilh warna biru muda


4, Masih sambil menunggu kelopak dan kanvas kering, kita  siapkan kawat tangkai bunga. potong sekitar 15-20 centimeter sebanyak kelopak bunga. Lilit dengan selotip tangkai sampai semua bagian tertutup. Jangan lupa sisipkan beberapa daun pada tangkai tersebut. Bagian ini agak sulit, jadi anak-anak merelakan saya yang mengerjakannya, hehe..

5. Jika kanvas dan kelopak bunga sudah kering, kami bersama-sama mulai menyusun bunga pada kanvas. Susun se natural mungkin. Bayangkan kita sedang menyusun rangkaian bunga. Kemudian lekatkan dengan lem UHU. Setelah bunga menempel pada kanvas, tempelkan bulatan bulatan kecil tadi pada bagian tengah bunga. Pilih warna yang berbeda antara bunga dengan bulatan ya..
oiya, sebenarnya dari resep aslinya bulatan kecil ini pakai kancing plastik. tapi untuk kesan natural saya menghindari bahan plastik, jadi saya akalin seperti ini.

6, Susun tangkai dibawah kelopak bunga. lekatkan dengan lem. atur supaya tangkai tampak terhubung dengan bunga ya.. 


 7. Nah.. jadi deh, hiasan bunga cantik dari bahan karton telur. Lucu dan unik kan?


Cara membuat hiasan bunga dari karton telur ini saya adopsi dari sini . Saya modifikasi di beberapa  karena menyesuaikan bahan yang tersedia. Kerajinan ini juga pernah dimuat di majalah Sakinah

Semoga bisa menjadi inspirasi berkreasi di akhir pekan bersama anak-anak [Novri.nh]

Kamis, 30 Maret 2017

Serunya Jalan-jalan ke Taman Safari Prigen ( Field Trip TK At Tadzkiroh Sidoarjo)

Dari sekian banyak lokasi wisata di Jawa Timur, Taman Safari Indonesia II di Prigen Pasuruan  sepertinya menduduki deretan atas sebagai tujuan wisata. Karena selain lokasinya yang mudah dijangkau, Taman Safari juga menyajikan informasi dan edukasi fauna yang fun dan sangat menghibur. Sehingga cocok sekali dijadikan sebagai lokasi tujuan field trip bagi siswa-siswi Paud/TK.

Dan alhamdulillah, tanggal 23 Maret 2017 kemarin, Paud-TK Islam At Tadzkiroh Sidoarjo berkesempatan mengunjungi Taman Safari Indonesia II di Prigen Pasuruan Jawa Timur.
Saya sendiri, kebetulan sudah 3x mengajak anak-anak kesana, tapi ternyata menjelajah taman safari bersama keluarga dengan bersama rombongan sekolah keseruannya beda lho !  Untuk pengunjung kolektif/rombongan pihak Taman Safari akan menyediakan pemandu wisata yang menemani sepanjang perjalanan. Tugas pemandu wisata antara lain memberikan informasi tentang satwa-satwa yang dilihat di sepanjang area satwa serta mengatur jadwal rombongan agar bisa menyaksikan pertunjukkan-pertunjukkan satwa yang digelar di jam-jam tertentu. Juga mengkoordinasi jam berapa rombongan harus berkumpul untuk makan siang, atau sudah harus menuju bis masing-masing. Jadi jangan khawatir hilang atau terpisah dari rombongan, mbak /mas pemandu akan mengenali atau memanggil kita lewat pengeras suara.

Rombongan Paud-TK Islam At Tadzkiroh berangkat dari Sidoarjo pukul 8.30 wib. Menggunakan 3 unit bus wisata Barokah Trans. Berisi sekitar 100 siswa paud-TK plus pendamping, dan 9 bunda pengajar. Alhamdulillah perjalanan sangat lancar, sekitar pukul 10.00 wib bis sudah sampai di area parkir taman Safari. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya buspun memasuki area satwa. Oiya, untuk rombongan bis 3 yang kami tumpangi, kami di pandu oleh mbak Wati sebagai tour guide nya. Banyak sekali informasi yang kami dapatkan dari mbak Wati tentang satwa-satwa yang ada disana. Dan ternyata, masing-masing satwa itu punya nama.. ada Kaila, Keisha, Widya, Fendi dan banyak lagi. Cantik-cantik ya namanya. Dan lucunya, beberapa nama kebetulan sama dengan nama anak-anak yang ada di bis. Riuh tawa rombongan ketika mb Wati menyebutkan nama satwa yang sama dengan nama anak. He he..

Melintasi area satwa menggunakan bus wisata rupanya cukup menegangkan. Jalanan yang sempit dan menanjak sempat membuat bus kehilangan kendali. Bus berhenti mendadak dan mundur sedikit ( beberapa senti ) sudah membuat para penumpang panik. Alhamdulillah kesigapan pak sopir membuat semuanya terkendali dengan baik.

Sekitar pukul 11.00 kami selesai melintasi area satwa. Waktunya jam bebas. Selama satu setengah jam rombongan disilakan jalan-jalan bebas atau mencoba wahana permainan yang ada. Gratis semua wahana, karena tiket yang kami pakai adalah tiket terusan. Tapi tidak termasuk foto bersama satwa. Untuk foto bersama satwa dikenakan biaya 15.000/orang. Wahana favorit yang banyak dicoba antara lain : mini rollercoaster, gajah terbang dan kursi terbang.
mini roller coaster

kursi terbang, seperti ayunan tapi melayang tinggi banget

yayy... gajahnya terbang !
 Tidak terasa sudah pukul 12.30 wib. Mbak Wati mengingatkan agar rombongan segera menuju restoran Gading untuk mengambil makan siang. Ternyata, makan siang tidak dimakan direstoran karena pertunjukkan gajah akan segera dimulai. Jadi kami membawa makan siang ke area pertunjukan gajah. Disana kami dibuat takjub dengan gajah-gajah yang pintar berakting. Diceritakan, akibat ulah manusia merambah hutan secara liar, gajah-gajah kehilangan tempat tinggal. Selain itu manusia juga mengeksploitasi gajah untuk kepentingan pribadi. Skenario yang apik dan akting para gajah yang memukau membuat penonton tak henti bertepuk tangan.
dokter gajah mau nyuntik, eh pasiennya malah lari

jangan khawatir, gajah ini cuma akting kok, ceritanya dia barusan tertembak oleh pemburu
ini pemburu dan warga desa yang mengganggu gajah

Setelah selesai pertunjukan gajah, kami menuju area lumba-lumba. Tidak hanya lumba-lumba, ada juga berang-berang dan singa laut yang menunjukan kebolehannya. Oiya untuk menjaga lumba-lumba dari kepunahan Taman Safari juga melakukan penangkaran yang berlokasi di Pantai Sigandu Batang Jawa Tengah. Berang-berang, singa laut dan lumba-lumba pun tak kalah pintar dengan gajah. Aksi mereka yang lucu membuat pentonton tertawa.

ucapan selamat datang dari Kyra dan Kareba si lumba-lumba

lompatan cantik Kyra dan Kareba

main basket
Dari panggung lumba-lumba anak-anak diajak ke Safari Water World Yah namanya bocah ketemu air yaa.. langsung deh pada heboh. semua kepingin nyemplung. Hehe..
Sebenarnya masih ada satu pertunjukan lagi yaitu Temple of Terror tapi waktu sudah tidak memungkinkan. Masih harus ngejar waktu untuk singgah di Masjid Ceng Ho supaya bisa sholat (jamak Dhuhur dan Ashar) dan wisata belanja. Akhirnya kami berpisah dengan mbak Wati dan melanjutkan perjalanan.

Safari water World
Sampai di masjid Ceng Ho hampir jam 5 sore. Suasana pelataran masjid juga ramai penuh bis dan rombongan lain. Tapi suasana di dalam masjid cukup lengang. Beberapa menyempatkan berwisata belanja ke pasar oleh-oleh di belakang masjid. Disana dijual aneka jajanan dengan harga mulai dari Rp. 3000,- per bungkusnya.
Selepas maghrib kami melanjutkan perjalanan kembali menuju Sidoarjo. Para penumpang khususnya krucil-krucil hampir semuanya tertidur. Perjalanan pulangpun lancar sesuai harapan. Jam 8 malam kami tiba di sekolah dan kembali ke rumah masing-masing. 

Alhamdulillah sampai rumah!
Mulai terasa nih capeknya.. Bongkar tas dan ranselnya nanti dulu lah. Yang penting bersihin badan dulu. Anak-anak saya mandikan air hangat. Sholat dan makan, kemudian langsung Zzzz... Tidur nyenyak karena kecapekan.
Seru juga ya, menjelajah taman safari bersama rombongan! Hati senang meskipun badan lumayan capek. Capeknya juga karena kebanyakan bawaan, padahal beberapa ternyata tidak kami perlukan disana.  Next, sudah tahu apa yang perlu dibawa dan apa yang tidak. Nah bagi yang akan menjelajah taman safari atau lokasi lain untuk field trip bersama anak-anak, ada baiknya simak dulu apa saja yang perlu dibawa :

1. Obat-obatan : minyak angin, obat luka antiseptik, plester. Ini WAJIB ya! Kadang-kadang hal tidak terduga bisa menimpa kapan saja. Seperti yang saya alami. Qadarullah, jari Faisya terjepit pintu pagar wahana saat kami antri di wahana gajah terbang. Beruntung saya sempat membawa betadin dan plester. Jadi bisa mengurangi resiko infeksi dan mengurangi durasi tangisannya juga.
2. Makanan ringan dan minuman secukupnya. Fyi, harga segelas minuman dingin dan cemilan ( popcorn dll ) di area pertunjukkan satwa rata-rata Rp. 20.000,- per buah !
3. Sepatu / sandal flat. Say big NO untuk wedges apalagi high heels. Sepatu kanvas / kets bolehlah. Asalkan nyaman dan ringan.
4. Kamera digital atau kamera HP. Sayang sekali jika momen-momen disana tidak diabadikan. Kalau adanya kamera HP jangan lupa bawa powerbank nya.. hehe.
5. Mukena (bagi muslimah). Disana tersedia mushola yang cukup nyaman. Lebih baik jika tetap sholat diawal waktu.

Selain daftar bawaan yang wajib dibawa, perhatikan juga tips-tips berikut ini, supaya perjalanan menjelajah taman safari lebih nyaman dan berkesan :

1. Hindari  peak seasons seperti weekend, liburan sekolah atau libur nasional, agar perjalanan wisata lebih nyaman. Harga tiket masuk juga lebih murah.
2. Usahakan jam 10 pagi sudah tiba di Taman Safari, supaya bisa menikmati semua pertunjukkan satwa dari awal. Bagi rombongan, ada pemandu wisata yang siap menginformasikan jadwal pertunjukkan. Nah, bagi yang datang bersama keluarga tanyakan dulu jadwalnya ke petugas terdekat ya, karena sayang sekali jika dilewatkan.
3. Jika menggunakan bis wisata, pilih tempat duduk dengan kaca terang. Lebih nyaman kalau bisa duduk di barisan depan. Hindari kaca yang ada stikernya karena akan menyulitkan kita melihat satwa di kanan kiri jalan sepanjang area satwa.
4. Minimalkan barang bawaan agar lebih nyaman menikmati Taman Safari.
5. Sebaiknya tidak usah nyemplung ke water world. Ini kalau saya sih ya.. karena kalau main air, anak-anak pasti lupa waktu. Belum lagi untuk bilas dan ganti bajunya, bisa lama lagi. Gunakan waktu untuk menikmati pertunjukkan atau wahana yg ada. ( imho, berenang atau ke waterpark bisa diagendakan tersendiri, ke lokasi terdekat dalam kota )
Oiya, untuk biaya field trip Rp. 370.000,- per siswa dengan satu orang pendamping. Biaya tersebut sudah termasuk transportasi, tiket masuk terusan, jasa pemandu wisata dan makan siang anak dan pendamping. Jika ada anggota keluarga lain yang ingin ikut, bisa menambah biaya sebesar Rp. 175.000,- per orang.

Bagaimana, tertarik untuk mengajak keluarga atau rombongan menjelajah taman safari? Mudah-mudahan cerita perjalanan saya ke Taman Safari bersama rombongan bisa memberikan inspirasi alternatif pilhan berwisata bersama rombongan. Semoga bermanfaat ya!

*special thanks to Mama Raffa Nayla, makaciii foto2 cantiknya

Sabtu, 25 Maret 2017

Menjadi Agen Perubahan #Catatan Minggu ke 9



Bismillahirrahmannirrahim..

Finally, sampai juga kita eh saya di penghujung kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional. Di materi minggu ke 9 ini para ibu diarahkan untuk menjadi seorang Change Agent atau Agen Perubahan. Apa ya agen perubahan itu, biasanya yang kita sering lihat cuma agen elpiji, agen telur atau agen baju muslim #ehh 
Untuk menjadi seorang agen perubahan, cek kembali ada di ranah apa passion (ketertarikan minat ) kita dan mulailah lihat isu sosial di sekitar kita. Setelah itu kita belajar untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat. Mari kita perhatikan rumus berikut ini :


Social Venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan
Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur.
Untuk membuat perubahan di masyarakat mulailah dari rasa empathy, kemudian merancang sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri.

Hmm.. sounds rumit bin puyeeng *kliyengan*

Baiklah.. saya mencoba membuat rancangan untuk menjadi seorang agen perubahan. Dimulai dengan melihat kembali passion saya dari NHW #1 sampai #8 tetap tidak berubah yaitu : crafting  dan blogging

Apa yang bisa saya lakukan dengan ketertarikan saya di bidang crafting dan blogging  ?
Isu sosial apa yang saya temukan di masyarakat ?
Rancangan apa yang bisa saya buat sebagai solusi atas isu sosial yang terjadi?

Saya mencoba menuangkannya ke dalam bagan berikut ini :



-Minat / passion : crafting dan blogging.

-Skill di bidang craft : membuat kreasi kerajinan dari bahan-bahan sederhana.

-Skill di bidang blogging : menulis / menyampaikan ide kreasi, cara pembuatan maupun hasil kreativitas melalui blog pribadi

-Isu sosial yang terjadi di lingkungan sekitar : anak-anak yang lebih asyik bermain gadget daripada permainan-permainan yang mengasah kreativitas, dan ibu-ibu yang lebih sering mengisi waktu luang dengan kegiatan yang kurang bermanfaat

-Masyarakat : anak-anak, remaja, ibu-ibu dan semua yang memiliki minat/ketertarikan di bidang craft

-Ide Sosial : mengadakan kelas pelatihan craft sederhana.

Sebuah rancangan yang (terlihat) sangat sederhana. Memang, tidak harus menyusun rancangan yang sulit, karena dimulai dari yg sederhana kita dapat melakukan sebuah perubahan asalkan dibarengi dengan kemauan, komitmen dan konsistensi yang kuat. 

Catatan penting yang perlu diingat ketika seorang ibu telah melaksanakan misi sosial di masyarakat adalah KELUARGA tetap no 1. Protes dari suami adalah peringatan lampu kuning, berarti ada yang tidak seimbang. Protes dari anak, adalah peringatan LAMPU MERAH yang artinya kita harus menata ulang tujuan utama kita aktif di masyarakat.


*abaikan ilustrasi lebay diatas. He he !

Setelah tahapan-tahapan tersebut terlaksana, tercapailah indikator seorang bunda shalehah, yaitu bunda yang keberadaannya bermanfaat bagi dirinya, keluarganya dan lingkungan sekitarnya. Sehingga sebagai makhluk ciptaan Allah, kita bisa berkontribusi kebermanfaatan peran kita di dunia ini dengan rasa tentram. In syaa Allah.


*Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas perkuliahan Matrikulasi Institut Ibu Profesional

*Sumber bacaan :
-Materi Matrikulasi Institut Ibu Profesional sesi #9
-Nice HomeWork #9




Sabtu, 18 Maret 2017

Misi Spesifik Hidup #Catatan Minggu ke 8




Alhamdulillah sampai juga saya di minggu ke 8 program Matrikulasi Institut Ibu Profesional. So excited? Iya lah.. setelah empat minggu rasanya otak di peras habis untuk mengerjakan PR-PR cantik, mulai minggu ke enam dan seterusnya ketegangan sudah mulai mereda. Mendekati minggu akhir perkuliahan, materi semakin "mudah" dicerna. Kenapa mudah, karena temanya sangat aplikatif seputar kehidupan ibu rumah tangga ( baik yang bekerja di ranah domestik atau bekerja di ranah publik ). Tapi bukan berarti bobot materi berkurang, semakin mendekati akhir perkuliahan materi semakin wow.. eh tapi jangan berharap bisa membaca bocoran materi MIIP disini ya, karena saya tidak akan meng copy paste  materi. Materi MIIP terlalu berbobot dimuat di blog sederhana ini. Hehe.. ( Makanya kudu ikut kuliah MIIP,  jamin gak nyesel ! )

Di minggu ke delapan ini, saya diajak belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Tentu saja misi hidup ini bisa ditemukan setelah kita selesai memahami untuk apa kita dihadirkan ditengah keluarga kita, ataupun di lingkungan kita.
Baagaimana cara kita menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga? Langkah pertama, cek kembali kuadran SUKA dan BISA yang disusun di tugas sebelumnya. Dari kuadran tersebut, saya menemukan aktivitas yang saya SUKA dan BISA adalah : crafting dan blogging.
Apakah benar aktivitas tersebut merupakan aktivitas produktiv saya, saya coba pastikan dengan mencocokkan ciri-ciri sebagai berikut :
a. bersemangat dan berbinar-binar ketika melakukannya (V)
b. tidak pernah capek mmengerjakannya (V)
c. semangat belajar tinggi (V)
d. bahagia membuat jarang sakit. karena bahagia baik untuk imunitas tubuh
Yes !! Checklist semua untuk empat poin tersebut.
Jadi benar aktivitas crafting dan blogging lah aktivitas produktiv saya. Tetapi sebagai ibu rasanya kurang lengkap kalau tidak menyertakan anak-anak dalam aktivitas produktiv ini. Jadi kalau menjawab pertanyaaan BE, DO dan HAVE nya
1. BE, saya ingin menjadi apa ,   seorang istri dan ibu profesional yang tetap dapat mengaktualisasikan diri secara produktiv di bidang yang saya sukai dan saya bisa, yaitu menjadi seorang crafter blogger.
2. DO, saya ingin melakukan apa?
-Berbagi ilmu sebisa yang saya lakukan.
-Belajar dan mengaplikasikan ilmu parenting  yang telah didapat dari setiap majelis ilmu demi membentuk katakter mulia pada anak-anak saya
-Belajar dan mendalami ilmu agama demi meraih ridhaNya dan meraih tujuan utama yaitu surga
-Belajar untuk lebih memahami karakter setiap individu dalam keluarga saya
3. HAVE, saya ingin memiliki apa?
-keluarga terbaik, saling mendukung dan memberi semangat dalam setiap suka dan duka
-pahala dari setiap manfaat yang bisa diambil orang lain yang membaca blog saya atau dari berbagi keahlian craft

Sudah semua? Belum..
Masih ada 3 aspek dimensi waktu yang harus saya set target pencapaiannya.
1. Lifetime purpose atau kurun waktu kehidupan
-meraih kemuliaan di dunia dan di akhirat
-keluarga yang saling mendukung yang menjadikan surga sebagai tujuan utama dalam hidup
2. Strategic plan pada kurun waktu 5-10 tahun ke depan. Di poin ini saya ingin mempertahankan (konsisten) apa yang saya tulis untuk kurun waktu satu tahun ( lihat poin 3 )
3. New Year Resolution atau kurun waktu satu tahun
-menjadi ibu profesional dalam segala aspek dengan menerapkan apa yang sudah diperoleh dalam perkuliahan MIIP
-memperbaiki pola asuh
-kurangi marah (kepada anak-anak) yang tidak pada tempatnya
-memperbaiki pola komunikasi dengan suami
-renovasi rumah (semoga dimudahkan dan dikabulkan pada tahun ini)
-memenangkan sedikitnya dua lomba blog
-mulai menulis konten bersponsor

Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH

Senin, 27 Februari 2017

Menuju Perubahan #Catatan Minggu ke 2-5


Bismillahirrahmannirrahim..

Time flies. Nggak terasa sudah di penghujung Februari. Dan program Matrikulasi Institut Ibu Profesional sudah memasuki minggu ke enam. Rencana awalnya, saya akan memposting review per minggu dari setiap tahapan materi dan tugas yang diberikan di MIIP. Tapi apa daya, diri harus tetap bergelut  dengan segala urusan domestik, ditambah lagi tugas yang saya kerjakan bersifat personal jadi saya kirim via email langsung ke fasilitator.

Eh ada yang belum tahu apa itu IIP atau Institut Ibu Profesional ? Coba deh googling.. banyak di internet. Apalagi kalau sudah pernah dengar nama Ibu Septi Peni Wulandani, tahu kan? Nah beliau adalah penggagas dan penyusun kurikulum pembelajaran di IIP. Luar biasa memang beliau. Awalnya saya membaca tentang kiprah adik Ara Kusuma. Salah satu generasi muda Indonesia yang cemerlang prestasinya. Ibu Septi adalah ibunda dari Ara Kusuma. Nggak heran ya, kalau putrinya juga luar biasa.
Oke, kembali lagi mengenai review saya selama mengikuti MIIP ini, rasanya seperti punya hutang kalau belum saya tulis disini ( eh, siapa juga yang nagih hehehe ). Walaupun nggak ada yang nagih, teteup lah saya tulis disini... *maksa*

Sampai di minggu ke 5 dan di NHW#5 ini rasanya saya ingin mengibarkan bendera putih, tapi saya yakinkan diri bahwa tidak ada belajar yang sia-sia. Walaupun bisa dibilang saya terlambat mengikuti MIIP ini, di usia saya dan di usia perkawinan saya yang sudah lebih banyak dari teman-teman lain, tetapi masih banyak PR yang harus saya benahi.
Sampai pada NHW#5 banyak sekali ilmu yang saya dapatkan, baik yang secara resmi dari materi MIIP maupun dari sharing dan obrolan sesama peserta di WA Group. Masyaa Allah.. luar biasa ! 

Rasanya ingin merombak NHW dari awal yang saya kerjakan.
Di NHW#1 saya menentukan bidang ilmu yang ingin saya tekuni adalah ilmu CRAFT. Sampai disini saya memahami bahwa ilmu Craft hanyalah salah satu bagian kecil dari ilmu Bunda Produktif.

Kemudian di NHW#2 ketika para peserta harus menentukan indikator kesuksesan diri sebagai individu, istri maupun sebagai seorang ibu, saya telah menentukan poin-poin indikator kesuksesan tersebut. Tentunya sesuai dengan kapasitas dan kemampuan saya. Semoga bisa konsisten dan istiqomah.

Lalu memasuki NHW#3 saya mulai memahamkan diri, melakukan introspeksi melihat kelebihan-kelebihan anggota keluarga kecil kita yaitu suami dan anak-anak. Alhamdulillah, NHW#3 ini mengingatkan saya kembali untuk melihat sisi baik yang dimililiki keluarga kita. Entah apapun masalah yang dihadapi, ingatlah hal-hal baik yang telah dilalui bersama. Dan memahami bersama apa tujuan kita dihadirkan di lingkungan kita.

Dan, yang cukup menegangkan adalah NHW#4 dimana semua peserta harus menyusun langkah-langkah dan milestone (pencapaian-pencapaian) yang akan dituju dalam rangka mencapai bidang yang ingin ditekuni. Karena NHW#4 ini saya buat dengan mengacu ke NHW#1 maka milestone yang saya buat pun sangat sederhana. Hanya tahapan-tahapan saya menentukan bidang craft apa yang ingin saya buat, mempelajarinya, menyiapkan bahan dan alat, membuat dan kemudian memasarkan. Di bagian akhir milestone saya menambahkan sebuah pencapaian agar bisa menjadi seorang mentor di bidang craft.

Dan yang sekarang, NHW#5 ! Peserta diajak menentukan Cara Belajar atau Learning How To Learn. Membuat sebuah design cara belajar yang bisa diterapkan untuk diri sendiri.
Jujur, saya merasa pembelajaran di MIIP ini jauuuuh diatas kapasitas kemampuan saya. Kalau bahasa jawanya, saya agak kepontal-pontal mengikuti materi-materi dan bahkan ngos-ngos an mengerjakan NHW nya. Tapi sekali lagi saya pahamkan ( pada diri saya sendiri ) bahwa tidak ada ilmu yang sia-sia. Seperti kata Ibu Septi, lakukanlah walaupun belum paham. Allah yang akan memahamkan. Insyaa Allah.. ! Dan saya merasakan betul makna kalimat tersebut. Kerjakan -Lakukan ! Sedikit demi sedikit pemahaman akan terbentuk. Walau kadang agak sulit untuk menyampaikan kembali atau menyusunnya dalam sebuah tulisan.

Baiklah.. curhatnya sudah dulu.. saatnya saya mengidentifikasi bagaimana saya learning how to learn sebagai jawaban atas NHW#5 saya. Dalam proses belajar saya, saya akan lebih bisa memahami suatu hal dengan tahapan sebagai berikut :

1. Membaca
2. Menandai poin penting
3. Menerangkan ( berbicara sendiri)
4. Merangkum / menulis kembali

Saya merasa masih banyak kekurangan di sana-sini dalam pengerjaan NHW saya dari NHW 1-5. Namun semoga apa yang saya pahami dan saya kerjakan dapat memberikan perbaikan dalam diri dan keluarga saya khususnya, dan pada lingkungan saya pada umumnya.

*in syaa Allah tulisan ini akan dilanjutkan pada postingan berikutnya mengenai review materi di minggu ke 6 sampai minggu ke 9